Kamis, 23 Mei 2013

Keajaiban Penciptaan Manusia


Pernahkah terpikir tentang bagaimana proses dari penciptaan manusia? Ternyata sejak dulu jauh sebelum ditemukannya peralatan canggih untuk melakukan pengamatan mengenai proses penciptaan manusia, proses tersebut sudah tergambar jelas melalui ayat-ayat Al-Qur’an.

Senin, 22 April 2013

Dialog antara Rasulullah dengan Iblis

Suatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yang dibencinya. Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.

Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata : “Ya Rasullullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku?”.

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikannya”.

Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata : “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu”.

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1) :

“Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu?”

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.

Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.

Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.

Pertanyaan Nabi (2) :

“Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah?”

Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.

Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat”.

Pertanyaan Nabi (3) :

“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?

Jawab Iblis : “Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.

Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”.

Pertanyaan Nabi (4) :

Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis : “Pertama kali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir dan juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku”.

Pertanyaan Nabi (5) :

“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badannya.

Beberapa iblis datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya, matanya senantiasa melirik ke kanan dan ke kiri, telinganya senantiasa mendengar percakapan orang dan bunyi-bunyi yang lain.

Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat dan dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat”.

Pertanyaan Nabi (6) :

“Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh darinya”.

Pertanyaan Nabi (7) :

“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya”.

Pertanyaan Nabi (8) :

“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis : “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasanya”.

Pertanyaan Nabi (9) :

“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis : “Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk”.

Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits-haditsmu.

Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidahnya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 (dua) kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang menghampiri dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan : “Barangsiapa menulis Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid”.

Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepalanya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepadanya”.

Pertanyaan Nabi (10) :

“Bagaimana tipu dayamu kepada umatku?”

Jawab Iblis : “Umatmu itu ada 3 (tiga) macam. Yang pertama, seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat”. Yang kedua, umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga, umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia dan tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat dan malas beribadah.

Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia selalu bimbang akan hartanya dan berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk kemaksiatan”.

Pertanyaan Nabi (11) :

“Siapa yang serupa denganmu?”

Jawab Iblis : “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang yang belajar agama Islam”.

Pertanyaan Nabi (12) :

“Siapa yang membuat mukamu bercahaya?”

Jawab Iblis : “Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu dan suka ingkar janji”.

Pertanyaan Nabi (13) :

“Apa yang kau rahasiakan dari umatku?”

Jawab Iblis : “Jika seorang Muslim buang air besar dan tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari”.

Pertanyaan Nabi (14) :

“Jika umatku bersatu dengan isterinya, apa yang kau lakukan?”

Jawab Iblis : “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya dan membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanannya lebih dulu daripadanya. Walaupun mereka makan, tidaklah mereka merasa kenyang”.

Pertanyaan Nabi (15) :

“Apa yang dapat menolak tipu dayamu?”

Jawab Iblis : “Jika berbuat dosa, maka cepat-cepatlah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya”.

Pertanyaan Nabi (16) :

“Siapakah orang yang paling engkau sukai?”

Jawab Iblis : “Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”.

Pertanyaan Nabi (17) :

“Hai Iblis! Siapakah saudaramu?”

Jawab Iblis : “Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat”.

Pertanyaan Nabi (18) :

“Apa yang dapat membinasakan dirimu?”

Jawab Iblis : “Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”.

Pertanyaan Nabi (19) :

“Hai Iblis! ?” Apa yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalamnya”.

Pertanyaan Nabi (20) :

“Apa lagi yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu”.

(Dikutip dari : KH. Abdullah Gymnastiar, Muhasabah Kiat Sukses Introspeksi Diri, Penerbit Difa Press, September 2006)

Selasa, 27 November 2012

Tindakan yang Dapat Merusak Tauhid

Hal utama yang menyatakan keimanan seseorang tentunya adalah pengakuan “Laa ilaaha illa Allah” dan bentuk realisasinya dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang tidak dapat dikatakan beriman hanya dengan menyatakan kalau dia beriman kepada Allah, namun dalam kehidupan sehari-harinya masih melakukan hal-hal yang “berbau” syirik. Allah Ta’ala berfirman:

”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (QS. An Nisaa’: 48)

Berdasarkan Firman Allah di atas, tentunya balasan bagi orang yang syirik tidaklah ringan. Karena barangsiapa yang terjerumus kedalamnya Allah mengharamkan baginya surga dan tempat kembalinya adalah neraka. Sebagai umat muslim, tentunya tidak seorangpun yang menginginkan tempat kembalinya adalah neraka, oleh karenanya perlu kita renungi lagi segala tindak tanduk kita selama ini. Menurut buku “Benteng Tauhid”, dengan pengarangnya yang terdiri dari beberapa ulama yaitu syekh Abdul Rahman As Sa’dy, Syekh Abdul Aziz bin Baaz, Syekh Muhammad Shaleh Al Utsaimin dan Syekh Abdullah bin Abdul Rahman Al Jabrin, ada beberapa hal yang dapat merusak tauhid, diantaranya yaitu:

1. Memakai penangkal dengan tujuan menolak bala atau menghilangkannya

2. Mantera-mantera bid’ah dan jimat-jimat. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya jampi-jampian, jimat-jimat dan pelet (guna-guna) adalah syirik” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Termasuk disini meletakkan mushaf  (Al-Qur’an) atau menggantungkan kertas atau benda lain yang bertuliskan lafzhul jalalah dengan keyakinan bahwa (tindakan) itu dapat menjaganya dari segala yang tidak diinginkan.

3. Meminta berkat (tabarruk) kepada seseorang atau kepada benda, bahkan Ka’bah sendiri dengan tujuan 
    untuk mencari berkah.

Umar bin Khattab ketika mencium Hajarul Aswad pernah berkata: “Sesungguhnya aku tahu, bahwa kamu adalah sebuah batu yang tidak dapat memberi manfaat dan ma-dharat. Kalau bukan karena aku pernah melihat Rasulullah SAW menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu”.

4. Menyembelih atas nama selain Allah, ini merupakan syirik besar (akbar).

5. Bernadzar kepada selain Allah.

6. Meminta tolong dan perlindungan kepada selain Allah.

7. Sikap berlebih-lebihan terhadap wali-wali atau berkeyakinan bahwa mereka orang yang ma’shum 
    (terpelihara dari berbuat dosa).

8. Melakukan thawaf di kuburan

9. Membangun kuburan, membuat kubah-kubah dan masjid di atasnya serta memplesternya (dengan 
    keramik, pualam dll).

10. Memakai sihir, mendatangai tukang sihir, tukang tenung, paranormal dan yang sama dengan mereka.

11. Percaya kepada pertanda baik atau buruk.

12. Terlalu menggantungkan harapan (nasib) kepada sebab (usaha), seperti menggantungkan nasib kepada 
      dokter tanpa menghiraukan sikap tawakkal kepada Allah.

13. Meramalkan kejadian yang akan datang dengan perantaraan bintang-bintang.

14. Meminta hujan dengan perantaraan bintang-bintang, planet-planet dan musim-musim.

15. Memberikan rasa cinta atau takut mutlak kepada makhluk.

16. Tidak merasa khawatir kepada azab Allah atau berputus asa dari rahmat-Nya.

17. Tidak sabar, jengkel dan tidak menerima qadar (ketentuan) Allah.

18. Berbuat amal kebajikan karena riya.

19. Mengikuti ulama atau pemimpin dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

20. Perkataan: “Karena kehendak Allah dan kehendakmu”, atau: “Kalau bukan karena Allah dan karena si 
      anu”, atau: “Saya bergantung kepada Allah dan kepadamu”. Padahal ia mesti menggunakan kata 
      “kemudian” (sebagai ganti kata “dan”) dalam ungkapan-ungkapan di atas.

21. Mencela masa, zaman, hari dan bulan.

22. Meremehkan agama, rasul-rasul, Al-Qur’an dan sunnah.

23. Memberikan nama seseorang dengan “Abdun Nabi (Hamba Nabi)”. Akan tetapi nama yang 
      mengandung ‘ubudiyah (makna penghambaan) mesti disandarkan kepada nama Allah semata.

24. Melukis gambar-gambar makhluk bernyawa dan mengagungkannya.

25. Meletakkan gambar salib, melukis atau membiarkannya menempel di pakaian tanpa mengingkarinya.

26. Memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir dan munafik.

27. Menghukum dengan selain hukum Allah dan menempatkan undang-undang (buatan manusia) pada 
      posisi hukum syariat-Nya, dengan keyakinan kalau undang-undang tersebut lebih relevan untuk 
      dijadikan hukum positif dari hukum Syariat Allah.

28. Bersumpah atas nama selain Allah.
 
Mengingat begitu kerasnya hukuman Allah bagi perbuatan syirik tentunya segala tindak tanduk kita selama ini perlu lebih dicermati lagi. Jangan sampai hanya karena mengikuti “tradisi” turun temurun, kita sampai terjerumus ke hal-hal yang berbau syirik. Kesahihan dari hadits yang kita jadikan pegangan dalam menjalankan ibadah juga perlu lebih diperhatikan, semua itu semata-mata agar terhindar dari perbuatan syirik maupun bid’ah

Sabtu, 10 November 2012

7 Alasan Mengapa Babi diHaramkan bagi Umat Islam

Makan merupakan kebutuhan bagi semua umat manusia, namun sebagai umat Islam dalam pemenuhannya seharusnya tetap berpegang terhadap syariat Islam. Hal ini semata-mata untuk kebaikan dari umat Islam itu sendiri. Bagi umat Islam ada beberapa makanan yang di haramkan, salah satunya adalah daging babi. Larangan ini dinyatakan beberapa kali dalam Al-Qur’an.
Ayat Al-Qur'an yang menyatakan larangan memakan daging babi yaitu:

QUR’AN SURAT AL-BAQARAH (2) Ayat 173

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika) disembelih (disebut nama) untuk selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QUR’AN SURAT AL-MA’IDAH (5) Ayat 3

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah,daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas namaselain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QUR’AN SURAT AL-AN’AAM  (6) Ayat 145

Katakanlah:` Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi--karena sesungguhnya semua itu kotor--atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QUR’AN SURAT AN-NAHL  (16) Ayat 115

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya, dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya, Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang”

Di atas adalah beberapa firman Allah SWT yang menyatakan larangan memakan daging babi, larangan ini tentunya bukan tanpa alasan. Allah SWT sebagai pencipta segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tentunya mempunyai alasan tertentu untuk mengharamkan umatNya untuk memakan daging babi. Alasan diharamkannya daging babi diantaranya yaitu:
Pertama, setelah dilakukan penelitian ternyata daging babi dapat menyebabkan beberapa jenis penyakit, yaitu hampir 25 jenis penyakit dapat didatangkan dari daging babi.  Diantaranya yaitu Anthrax, Ascaris suum, Botulism, Brucella suis, Cryptosporidiosis, Entamoeba polecki, Erysipelothrix shusiopathiae, Flavobacterium group IIb-like bacteria, Influenza, Leptospirosis, Pasteurella aerogenes, Pasteurella multocida, Pigbel, Rabies, Salmonella cholerae-suis, Salmonellosis, Sarcosporidiosis, Scabies, Streptococcus dysgalactiae (group L), Streptococcus milleri, Streptococcus suis type 2 (group R), Swine vesicular disease, Taenia solium, Trichinella spiralis, Yersinia enterocolitica dan Yersinia pseudotuberculosis. Selain itu daging babi menimbulkan berbagai penyakit juga dikarenakan sistem biokimia babi hanya mengeluarkan 2% kandungan asam uratnya, sisanya 98% senyawa beracun itu bersarang di tubuhnya.
Kedua, babi memiliki perilaku yang kurang sehat. Babi dikenal sebagai hewan yang rakus. Babi akan memakan semua yang bisan dimakan dihadapannya, termasuk sampah busuk dan kotoran. Entah itu kotoran hewan maupun manusia, bahkan babi dapat memakan kotorannya sendiri.
Ketiga, babi memiliki perilaku kawin yang aneh. Babi suka kawin dengan sesama jenisnya dan juga membiarkan pasangan betinanya kawin dengan pejantan lainnya.
Keempat,  babi mengandung hampir 7 jenis cacing. Diantaranya yaitu cacing gelang, cacing keremi, cacing tambang, cacing paru, cacing spiral, cacing pita dan cacing Schistosoma japonicum. Salah satunya cacing yang paling berbahaya yaitu cacing pita (Taenia solium). Cacing ini hidup di usus 12 jari, berkembang melalui telur, masuk ke aliran darah sehingga dapat mencapai hampir semua organ tubuh. Bahkan diketahui cacing ini dapat menyebabkan hilangnya memori apabila memasuki otak.
Kelima, daging babi dapat menyebabkan penyakit kanker anus dan usus.
Keenam, babi merupakan carrier dari virus flu burung dan Flu Babi. Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas atau mematikan dan menular ke manusia.
Ketujuh, dalam Islam babi termasuk najis mughallazah (berat). Najis adalah sesuatu yang menyebabkan ibadah yang kita lakukan tidak sah. Oleh karenanya perlu dihindari.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa daging babi diharamkan, dimana semuanya semata-mata untuk menghindarkan umat manusia dari berbagai hal yang tidak baik baik untuk kesehatan. Alasan di atas tentunya diketahui setelah adanya penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli, namun Allah SWT sudah terlebih dahulu menegaskan larangan tersebut jauh sebelum adanya penelitian dari para ahli. Ini tidak lain karena Allah SWT maha mengetahui atas segala sesuatu yang Dia ciptakan di muka bumi ini. Subhanallah, Maha Suci Allah dengan segala firmanNya.


Jumat, 02 November 2012

Masjid Ja'ranah - Tempat Miqat

Masjid Ja'ranah terdapat pada sebuah kampung yang jaraknya kira-kira 24 km dari Masjidil Haram, Makkah al- Mukarramah.Masjid ini merupakan salah satu tempat miqat untuk berniat mengerjakan ibadah umrah. Setelah mengambil miqat di tempat ini, diharuskan memakai pakaian ihram dan berniat ihram. Pakaian ihram bagi laki-laki yaitu berupa kain ihram berwarna putih tanpa jahitan, sedangkan pakaian ihram bagi perempuan berupa pakaian tertutup berwarna putih. Sehingga yang tampak hanyalah muka dan telapak tangan. Sekali lagi, syariat ini menandakan bahwa Islam sangat mengagungkan kaum hawa.
Masjid Ja'ranah
Rasulullah s.a.w pernah bermiqat di sini untuk mengerjakan umrah setelah pulang dari peperangan Hunain. Ji’ronah merupakan miqat paling tinggi derajatnya dibanding miqat yang lain. Ji’ronah adalah nama seorang wanita yang mengabdikan dirinya untuk membersihkan dan menjaga mesjid tersebut, Ia seorang wanita Quraisy dari Bani Tim.
My Mom
Selesai Shalat di Masjid Ja'ranah

Rabu, 31 Oktober 2012

Masjid Tan'em - Tempat Miqat

Sebelum melaksanakan ibadah umrah, diwajibkan terlebih dahulu untuk berniat melaksanakan ibadah umrah. Berniat hanya bisa dilakukan ditempat-tempat miqat tertentu. Salah satu tempat miqat yang paling dekat dengan Masjidil Haram yaitu Masjid Tan'im.


Di depan Masjid Tan'im
Untuk menuju Masjid Tan'im dapat dengan menggunakan jasa taksi yang biasanya banyak terdapat di depan hotel. Dan tak perlu khawatir, biayanyapun cukup murah, yaitu hanya 6 riyal untuk perjalanan pulang pergi....:D. Masjid Tan'im juga dikenal dengan sebutan Masjid Aisyah, karena pada awalnya miqat di tempat ini dipergunakan oleh Aisyah RA.


Masjid Tan'im

Sabtu, 20 Oktober 2012

Buku Biologi SMA Kelas XI

Buku Biologi SMA Kelas XI




Kelas 11
Pengarang Fictor Ferdinand P., Moekti Ariebowo
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kelas 11
Pengarang Faidah Rachmawati, Nurul Urifah, Ari Wijayati
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kelas 11
Pengarang Renni Diastuti
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kelas 11
Pengarang Rikky Firmansyah, Agus Mawardi H., M. Umar Riandi
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kelas 11
Pengarang Eva LH., Widi P., Tintin A., Ida H., Riana Y., DP
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kelas 11
Pengarang Suaha Bakhtiar
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2011

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kelas 11
Pengarang Purnomo, Sudjino, Trijoko, Suwarno, Hadi Susanto
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Kelas 11
Pengarang Suaha Bakhtiar
Penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional
Tahun 2011
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kelas 11
Pengarang Endang Sri Lestari, Idun Kistinnah
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

Buku Biologi SMA Kelas X

Buku Biologi SMA Kelas X




Kelas 10
Pengarang Fictor Ferdinand P., Moekti Ariebowo
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kelas 10
Pengarang Rikky Firmansyah, Agus Mawardi H., M. Umar Riandi
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kelas 10
Pengarang Subardi, Nuryani, Shidiq Pramono
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kelas 10
Pengarang Ari Sulistyorini
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kelas 10
Pengarang Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kelas 10
Pengarang Suwarno
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kelas 10
Pengarang Moch Anshori, Djoko Martono
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009


PEMANASAN GLOBAL DAN CARA MENGATASINYA


Setiap harinya permukaan bumi menerima panas dari matahari, yang kemudian akan diserap oleh permukaan bumi dan sebagian lagi akan dipantulkan kembali. Pemantulan kembali panas dari matahari tersebut bertujuan agar panas yang diterima oleh permukaan bumi tidak terlalu tinggi, sehingga keseimbangan ekosistem yang ada di bumi terjaga. Namun apabila panas dari matahari tersebut tidak dipantulkan kembali, akan mengakibatkan terjadinya peningkatan suhu di permukaan bumi yang biasa disebut dengan pemanasan global.

Pemanasan global ditandai dengan adanya peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi, peningkatan suhu ini terjadi karena panas matahari yang seharusnya dipantulkan kembali, terperangkap di atmosfer bumi. Menurut earth observatory (2011) suhu rata-rata dipermukaan bumi meningkat dari 0,6 sampai 0,9 derajat celcius diantara tahun 1906 sampai 2005, dan kenaikan suhu hampir dua kali lipat dalam 50 tahun terakhir. Terperangkapnya panas matahari berupa radiasi di atmosfer tersebut menurut Junaidi (2010) dikarenakan menumpuknya jumlah gas rumah kaca. Dengan adanya penumpukan gas rumah kaca tersebut, maka radiasi gelombang yang dipancarkan bumi akan diserap dan dipantulkan kembali sehingga tersimpan di permukaan bumi. 

Gas-gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global diantaranya yaitu uap air yang menyebabkan sekitar 36-70% dari efek rumah kaca, karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan 9-26%, metana (CH4) yang menyebabkan 4-9% dan ozon (O3) yang menyebabkan 3-7% dari efek rumah kaca (Wikipedia, 2011).

Peristiwa pemanasan global dapat menimbulkan banyak dampak negatif bagi lingkungan, diantaranya berupa bencana dan fenomena alam yang semakin tidak terkendali. Oleh karena itu upaya untuk mengatasi semakin meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi harus segera dilakukan.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pemanasan global salah satunya yaitu dengan meningkatkan kesadaran pada diri masing-masing untuk menjaga lingkungan. Diantaranya yaitu dengan menggunakan barang-barang yang dapat di daur ulang dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan barang yang dapat di daur ulang, secara tidak langsung akan mengurangi produksi sampah. Dengan berkurangnya produksi sampah, maka produksi gas metana juga akan ikut berkurang. Karena menurut Alpensteel (2011) 1 ton sampah dapat menghasikan 50 kg gas metana, sehingga diperkirakan pada tahun 2020 apabila sampah yang dihasilkan mencapai 500 juta kg/hari atau sekitar 190 ribu ton/tahun, akan mengemisikan gas metana sebesar 9500 ton/tahun. Apabila setiap orang mampu mengurangi sampah yang dihasilkannya setiap hari, tentu juga akan mengurangi emisi gas metana sehingga penumpukan gas rumah kaca dapat berkurang.

Selain metana (CH4), karbon dioksida (CO2) juga berperan sebagai gas rumah kaca. Adanya karbon dioksida (CO2) sebenarnya tidak akan berdampak buruk apabila hutan dapat menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Tetapi kenyataannya semakin banyak hutan yang mengalami kerusakan, sehingga menyebabkan konsentrasi karbon dioksida (CO2) semakin meningkat. Kerusakan hutan ini disebabkan karena tingkat kesadaran manusia dalam menjaga lingkungan yang masih sangat rendah. Sehingga perlu dilakukan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan.

Hutan yang mengalami kerusakan dapat disatbilkan melalui proses suksesi. suksesi berupa perkembangan ekosistem yang tidak seimbang, atau berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula (Arianto, 2008). Proses suksesi dapat terjadi secara alami dengan adanya bantuan hewan yang berperan dalam penyebaran biji, salah satunya yaitu burung pemakan buah.

Selain burung pemakan buah, musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) juga berperan dalam menyebarkan biji kopi. Musang yang memakan buah kopi, kemudian akan  mengeluarkan bijinya melalui kotoran. Dengan begitu secara tidak langsung akan terjadi penyebaran biji ke berbagai daerah sesuai dengan daerah jelajah musang, biji tersebut kemudian akan tubuh dan berkembang sehingga hutan yang gundul menjadi rindang kembali. Dengan semakin banyaknya hutan yang rindang, secara tidak langsung akan membantu mengurangi konsentrasi gas-gas rumah kaca yang ada di atmosfer. Oleh karena itu segala komponen yang ada pada ekosistem harus di jaga agar tetap seimbang sehingga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

REFERENSI

Alpensteel. 2011. Penyebab Pemanasan Global pada Bumi. http://www.alpensteel.com/article/108-230-pemanasan-global/1582--penyebab-pemanasan-global-pada-bumi.html .  (30 Maret 2011).

Arianto. 2008. Pengertian Suksesi. http://sobatbaru.blogspot.com/2008/06/pengertian-suksesi.html.  (30 Maret 2011).

Earth Observatory. 2011. Global Warming.  http://earthobservatory.nasa.gov/Library/GlobalWarming/. (30 Maret 2011).

Junaidi, Wawan. 2010. Penyebab Pemanasan Global. http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/05/penyebab-pemanasan-global-atau-global.html.  (30 Maret 2011).

Partasasmita, Ruhyat. 2010. Ekologi Burung Pemakan Buah dan Peranannya Sebagai Penyebar Biji. http://www.scribd.com/doc/8757129/Ekologi-Burung-Pemakan-Buah-Dan.  (30 Maret 2011).

Setia, Tatang Mitra. 2008. Penyebaran Biji Oleh Satwa Liar di Kawasan Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol dan Pusat Riset Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.  http://biologi.unas.ac.id:8080/web_biologi/publikasi/Penyebar%20biji.pdf . (30 Maret 2011).

Wikipedia. 2011. Perubahan Suhu. http://en.wikipedia.org/wiki/Global_warming.  (30 Maret 2011).




Hutan Kota, Sebagai Prasarana Pendidikan Lingkungan

Kalau kita perhatikan, sekarang ini semakin banyak kerusakan yang terjadi di lingkungan sekitar. Di pinggir-pinggir jalan biasa ditemukan sampah-sampah yang berserakan, hutan yang dulunya rimbun dengan pepohonan sekarang berubah menjadi perumahan penduduk dan air sungai yang dulunya jernih sekarang menjadi keruh. Dalam 15 tahun terakhir kerusakan hutan di Kalsel sudah mencapai 1,174 juta hektar pertahun pada periode 2003-2007. Kerusakan tersebut mengakibatkan banjir dan longsor sehingga selama 2007 di Kalsel terjadi banjir sebanyak 32 kali dan diperkirakan akan terus meningkat sepanjang tahun (Kompas, 2009). Penyebabnya tidak lain karena ulah manusia.

Namun tidak cukup sampai di sana, lingkungan terus “tersakiti” dengan adanya pencemaran. Pemandangan sungai dengan banyak sampah menjadi pemandangan yang kerapkali kita temui, dikarenakan pola pikir masyarakat yang menjadikan sungai sebagai “tempat sampah”, terutama bagi masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai. Sungai biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk mencuci, mandi, buang hajat bahkan ada yang mengambil air sungai untuk diminum. Akibatnya apabila sungainya tercemar, akan berakibat bagi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan penelitian Kementrian Lingkungan Hidup, sungai di Kalsel termasuk golongan tercemar berat ketiga se Indonesia, setelah Jakarta dan Kalteng. Dengan sungai Barito yang memiliki kandungan air raksa (Hg) tertinggi yaitu 0,751, dibandingkan dengan standar baku mutu yakni 0,001. Pencemaran ini dikarenakan penggunaan sungai Barito untuk mengangkut batubara serta dari limbah rumah tangga seperti baterai (Banjarmasinpost, 2011). Kandungan zat berbahaya ini tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan. 

Walaupun semua kerusakan sudah tampak di depan mata, namun penanganannya masih belum optimal. Ini dikarenakan semua pihak saling menyalahkan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Pemerintah kerapkali menyalahkan masyrakat sebagai penyebab pencemaran lingkungan karena kegiatan mereka sehari-hari yang kurang ramah lingkungan seperti buang sampah sembarangan. Namun masyarakat tidak ingin tinggal diam, mereka menuding bahwa pemerintahlah yang seharusnya paling bertanggung jawab. Masyarakat menilai pemerintah telah gagal dalam penegakan hukum untuk mencegah segala kerusakan dan pencemaran lingkungan. Di luar dari siapa yang salah dan siapa yang benar, seharusnya masyarakat maupun pemerintah saling bekerja sama untuk menangani permasalahan yang sudah terlanjur ada. Oleh karenanya diperlukan kesadaran dari masing-masing pribadi untuk menjaga lingkungan walaupun dimulai dari hal-hal yang kecil.

 Pendidikan lingkungan

Banyak wacana yang dicanangkan oleh pemerintah sebagai usaha untuk mencegah kerusakan maupun pencemaran lingkungan. Dimulai dari memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ancaman dari adanya kerusakan lingkungan sampai memberikan hukuman bagi pihak atau perorangan yang melakukan kegiatan yang dapat merusak lingkungan. Namun nyatanya sampai sekarang masih banyak lingkungan yang mengalami kerusakan, bahkan pencemaran yang ada di lingkungan semakin mengkhawatirkan.

Masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap lingkungan, secara otomastis akan memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga lingkungannya tetap asri. Tanpa adanya penyuluhan maupun ancaman, masyarakat memiliki kesadaran bahwa lingkungan sekitar tempat tinggalnya perlu di jaga demi kesejahteraan hidup mereka sendiri. Karena adanya kerusakan pada lingkungan justru mengancam kehidupan manusia dengan timbulnya bencana-bencana alam yang seringkali banyak menelan korban.

Pendidikan lingkungan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, sehingga masyarakat menjadi sadar akan arti pentingnya lingkungan yang asri. Pendidikan tidak hanya bisa di dapat di bangku sekolah, tetapi juga bisa dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga.

Bentuk nyata pendidikan dalam keluarga mengenai lingkungan yaitu dengan mengajarkan anak-anak untuk membuang sampah di tempatnya, menaman pepohonan di pekarangan rumah sehingga bisa sambil mengajarkan anak-anak untuk merawat tanaman, serta banyak lagi yang bisa disampaikan oleh orang tua kepada anaknya untuk menanamkan rasa kecintaan terhadap lingkungan.

Selain dalam lingkungan keluarga, pendidikan juga dilaksanakan di sekolah sebagai sarana pendidikan formal. Pada kurikulum pembelajaran mulai dari tingkat SD, SMP, maupun SMA terdapat pembahasan mengenai lingkungan dan kegiatan-kegiatan manusia yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Sehingga pada kegiatan pembelajaran di sekolah, guru sudah kerapkali menyampaikan tentang etika lingkungan maupun dampak buruk yang terjadi apabila lingkungan rusak atau tercemar. Pertanyaannya sekarang adalah apakah semua upaya tersebut sudah membuahkan hasil? Jawabannya dapat kita simpulkan sendiri dengan melihat langsung lingkungan sekitar kita. Berita mengenai bencana alam masih sering kita dengar atau kita baca di media cetak maupun media elektronik. Ini berarti kerusakan lingkungan masih terus berlangsung.

Pendidikan yang diberikan kepada siswa hendaknya memiliki kebermaknaan, tujuannya agar pengetahuan yang diterima oleh siswa nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya setelah mendapat pengetahuan mengenai proses fotosintesis, siswa memahami manfaat tumbuhan dalam menghasilkan O2 dan menyerap CO2 sehingga mereka memiliki kesadaran untuk menanam pohon dan menjaga lingkungan tetap asri. Kebermaknaan dalam kegiatan pembelajaran didapatkan dengan menggunakan teknik pembelajaran yang tepat dan adanya prasarana yang mendukung.

Hutan kota

Dalam kegiatan pembelajaran, pada umumnya suatu konsep disampaikan secara teori sehingga pembelajaran berjalan searah. Setelah guru menyampaikan dampak yang terjadi akibat penggundulan hutan, tugas siswa hanyalah “menghapal” beberapa dampak tersebut, dan pengetahuannya sampai di sana saja. Akibatnya masih kurang menyentuh kesadaran siswa, sehingga hanya untuk menyadarkan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya pun masih sangat sulit.

Pendidikan yang dilaksanakan dengan menggunakan prasarana belajar, konsep yang diterima akan lebih bermakna. Dengan mempelajari bahwa tumpukan sampah dapat menghasilkan gas metana yang berbahaya, pemikiran anak akan sampai kepada proses daur ulang untuk mengurangi produksi sampah. Sehingga diharapkan dapat tercipta masyarakat asri yang ramah terhadap lingkungan.

Lingkungan sekitar sekolah dapat dijadikan sebagai prasarana dalam pendidikan lingkungan. Namun masalahnya adalah bagaimana kalau sekolahnya terletak di tengah perkotaan yang tentunya lahan yang rimbun sudah sangat jarang di temui.

Pembangunan di daerah perkotaan berkembang dengan pesat, yang semuanya ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Adanya pembangunan pabrik-pabrik industri maupun pembukaan lahan untuk dijadikan pemukiman penduduk. Selain itu untuk mempermudah transportasi, dibangunlah berbagai sarana seperti pembuatan dan pelebaran jalan. Semua pembangunan ini bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Namun nyatanya perkembangan tersebut malah merusak lingkungan dengan banyaknya sumbangan zat pencemar dari pabrik-pabrik maupun dari alat transportasi yang menyebabkan konsentrasi CO2 di lingkungan semakin meningkat.

Konsentrasi CO2 yang seimbang di lingkungan tentunya tidak akan menimbulkan masalah karena bermanfaat dalam proses fotosintesis, namun apabila konsentrasinya meningkat dan tanpa diimbangi dengan banyaknya jumlah tanaman di lingkungan sekitar maka akan menimbulkan yang namanya pencemaran udara. Oleh karena itu untuk mengimbanginya, perlu adanya hutan di tengah-tengah perkotaan.

Penempatan hutan di perkotaan tidak hanya menjadikan daerah perkotaan tersebut menjadi sejuk dan indah dipandang. Selain itu, hutan kota juga dapat menjadi prasarana untuk pendidikan lingkungan. Karena letaknya berada di tengah kota, tentunya penggunaan hutan kota sebagai prasarana pendidikan sangat memungkinkan. Siswa bisa di ajak berkeliling ke dalam hutan kota untuk merasakan sejuknya daerah dengan pepohonan yang rimbun, selanjutnya siswa dapat dikenalkan dengan berbagai jenis tanaman yang beranekaragam.

Dengan mengunjungi hutan, siswa mendapatkan pengetahuan mengenai jenis-jenis pohon yang ada, misalnya dengan memberi keterangan nama pohon-pohon beserta dengan ciri-ciri morfologinya pada setiap tanaman. Jenis-jenis pohon tersebut misalnya seperti ketapang (Terminalia catappa), akasia (Acacia auriculiformis), rambutan (Nephelium lappaceum), kayuputih (Melaleuca leucadendron) dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan begitu, siswa dapat melihat langsung bagian-bagian tanaman mulai dari bentuk daun, bunga dan buahnya.

Selain tanaman, pada habitat aslinya siswa mengetahui kalau di hutan terdapat berbagai hewan seperti burung yang membantu penyebaran biji maupun yang membantu proses penyebukan seperti kumbang. Dengan melihat secara langsung semua komponen yang seharusnya ada dalam suatu ekosistem, siswa dapat menyadari kalau merusak salah satu komponen tersebut maka akan berdampak kepada keseluruhan. Setelah adanya kesadaran pada masing-masing pribadi dan ditanamkan sejak dini, diharapkan nantinya akan tercipta masyarakat yang berpendidikan lingkungan. Agar segala kerusakan yang terjadi di lingkungan dapat berkurang. Semua upaya ini semata-mata demi anak cucu kita di masa yang akan datang, agar masih bisa menikmati kekayaan sumber daya hayati yang kita miliki saat ini.

REFERENSI

BanjarmasinPost. 2011. Kalsel urutan ketiga sungai paling tercemar. http://banjarmasin.tribunnews.com/read/artikel/2011/4/14/82212/kalsel-urutan-ketiga-sungai-paling-tercemar .(19 April 2011). 

Kompas. 2009. Gila! Tingkat Kerusakan Hutan Kalsel Mencapai 1,174 Hektar. http://regional.kompas.com/read/2009/11/27/17431418/Gila.Tingkat.Kerusakaan.Hutan.Kalsel.Mencapai.1.174.Juta.Hektar.  (19 April 2011).


Ibadah Terindah

Suatu pengalaman yang sangat berharga, pada tanggal 1 Maret 2012 aku berkesempatan melaksanakan ibadah umrah bersama kedua orang tua. Perjalanan kami pun dimulai.

Orangtuaku

 Perjalanan yang kami tempuh dari Jakarta menuju Jeddah memakan waktu selama 9 jam, sesampainya di Jeddah yakni pukul 06.00 sore waktu setempat kamipun disibukkan dengan beberapa kali pemeriksaan paspor yang sempat membuat saya takut, heeee.....Tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar! 
Bandar Udara KIng Abdul Aziz
 Kemudian sekitar pukul 09.00 malam waktu setempat, kami beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Dan akhirnya Alhamdulillah sekitar pukul 02.00 pagi kami tiba di Madinah. Saat pertama kali melihat menara-menara dari Masjid Nabawi tak terasa aku meneteskan air mata, suatu pengalaman yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Setelah meletakkan barang-barang di Hotel Royal Al-Andalus, aku dan orangtuaku langsung menuju Masjid untuk melaksanakan Sholat Tahajud pertamaku di Masjid Nabawi. Semuanya terasa seperti mimpi....sangat indah....!
Halaman Mesjid Nabawi, Madinah
 Setelah menghabiskan waktu selama 5 hari di Madinah, kami melanjutkan perjalanan ke Mekkah. Perjalanan inti dari umrahku pun dimulai. Dari Madinah kami dianjurkan langsung menggunakan pakaian Ihram, yaitu pakaian serba putih yang menutup aurat kami sehingga yang boleh terlihat hanyalah wajah dan telapak tangan. Pakaian yang seharusnya tidak hanya digunakan oleh kaum hawa selama umrah saja, semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu menjaga aurat...amin ya rabbal alamin.....!
Dalam perjalanan menuju Mekkah, kami singgah di sebuah Masjid untuk berniat melaksanakan ibadah Umrah. Sekitar pukul 09.00 malam rombongan kami sampai di Mekkah. Lagi-lagi, tak akan ada pengalaman yang mampu menandingi pengalaman kita saat pertama kali melihat Ka'bah.... Pengalaman yang sangat indah....^_^v
Me and My mom...;)
Akhirnya setelah 16 hari kamipun harus segera pulang, saat perjalanan pulang menuju Bandara Abdul Azis di Jeddah terasa sangat menyedihkan karena berat rasanya meninggalkan Mekkah. Tempat yang membuatku merasa dengan Allah SWT, semoga perjalanan umrahku pertama ini tak menjadi perjalanan yang terakhir....T_T

Perilaku Hewan, Aspek Pendukung Kegiatan Konservasi


Allah SWT menciptakan bumi beserta isinya dengan sumber hayati yang beranekaragam, keragaman hayati tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Keragaman spesies hewan dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan, obat-obatan dan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Selain hewan, tumbuhan yang ada juga beranekaragam. Ada tumbuhan yang dijadikan sebagai bahan makanan, untuk obat-obatan serta sebagai penghias rumah. Semua keanekaragaman tersebut tentunya juga memiliki nilai ekonomis bagi manusia. 

Keragaman hayati juga berperan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, karena setiap spesies sebenarnya saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain. Dalam rantai makanan, apabila salah satu komponen tidak ada atau menghilang akan menyebabkan keseimbangan terganggu, misalnya akan menimbulkan yang namanya hama tanaman. Misal pada rantai makanan dimana padi berperan sebagai produsen, tikus sebagai konsumen I serta ular sebagai konsumen II. Kalau dalam rantai makanan tersebut ular tiba-tiba menghilang karena diburu oleh manusia, maka akan menyebabkan peningkatan pada jumlah populasi tikus. Akibatnya petani akan mengalami kerugian karena adanya tikus dalam jumlah yang besar karena menjadi hama bagi tanaman padi.

Bukti nyata kalau keseimbangan ekosistem telah terganggu dapat dilihat dari adanya wabah ulat bulu yang baru-baru ini terjadi. Seandainya predator (pemangsa) ulat bulu berupa burung  menjalankan perannya, tentu jumlah dari populasi ulat bulu tidak akan melonjak karena pada dasarnya Allah menciptakan segala sesuatu di alam ini secara seimbang. Selain fenomena ulat bulu, seringkali kita dengar berita tentang monyet yang tiba-tiba menyerang pemukiman penduduk. Perilaku monyet yang diluar kebiasaan ini sebagai akibat karena terganggunya habitat asli mereka. Adanya kegiatan manusia yang membuka lahan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian, menyebabkan monyet kehilangan habitatnya. Akhirnya monyet mencari sumber makanan lain yaitu dari pemukiman atau dari lahan pertanian penduduk. Fenomena inilah yang memunculkan istilah hama tanaman yang sebenarnya tidak akan ada seandainya keseimbangan ekosistem tidak terganggu.

Terganggunya keseimbangan ekosistem sebagian besar dikarenakan kegiatan manusia. Lahan gambut yang seharusnya menjadi daerah resapan saat musim hujan dan penyedia air pada saat musim kemarau, beralih fungsinya menjadi lahan pertanian. Hutan dibuka dan dijadikan daerah pemukiman penduduk serta sarana transportasi, akibatnya hewan-hewan yang ada di habitatnya terganggu, dan yang lebih parah lagi hewan tersebut ada yang hampir punah karena perburuan liar.

Bagai bola yang bergulir, dampaknya tidak hanya sampai disini karena semuanya saling berkaitan. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas CO2 sebagai konsekuensi dari perkembangan pembangunan, karena tidak diimbangi dengan banyaknya tanaman akibat penggundulan hutan, dapat berakibat buruk bagi lingkungan. Salah satunya yaitu dapat menimbulkan pemanasan global karena semakin meningkatnya gas rumah kaca seperti gas CO2.

Pemanasan global mengakibatkan terjadinya peningkatan suhu di permukaan bumi. Fenomena ini secara tidak langsung akan menyebabkan timbulnya fenomena seleksi alam. Spesies yang tidak terlalu sensitif dengan perubahan suhu akan bertahan hidup dan terus berkembangbiak, sebaliknya spesies yang sangat sensitif dengan perubahan suhu akan terganggu bahkan dapat menyebbakan kepunahan. Hewan yang diketahui sangat sensitif terhadap perubahan suhu diantaranya yaitu kadal, kodok dan terumbu karang.   

Kadal merupakan salah satu komponen dalam rantai makanan yaitu sebagai makanan bagi hewan pemangsa, sehingga dengan punahnya kadal, akan menyebabkan putusnya rantai makanan. Tidak hanya sampai di sini, hewan lain yang merupakan pemangsa kadal akan ikut terganggu karena kekurangan makanan.

Selain kadal, kodok juga juga sangat bergantung kepada perubahan iklim atau suhu. Proses perkembanganbiakan katak bergantung kepada iklim. Katak cenderung melakukan perkawinan pada musim dingin, dengan adanya perubahan iklim, proses perkawinan katak menjadi terganggu sehingga berdampak pada keberlangsungan spesiesnya.

Terumbu karang merupakan tempat berlindung beberapa spesies ikan kecil dari gangguan ikan lain yang berperan sebagai pemangsa. Rusaknya terumbu karang akan mengakibatkan ikan-ikan kecil kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan sehingga jumlahnya berkurang. Berkurangnya jumlah ikan kecil kembali lagi akan berdampak bagi ikan-ikan pemangsa, dan akhirnya akan berdampak manusia. Ikan selain merupakan bahan konsumsi juga bernilai ekonomis bagi manusia.

Sekarang ini bahkan sudah banyak hewan yang dinyatakan hamper punah, bahkan ada pula hewan yang sudah dinyatakan punah. Hewan puma timur (Puma concolor couguar) misalnya telah dinyatakan punah di negara amerika serikat, sehingga upaya konservasi yang rencananya akan dilakukan mandeg karena tidak dijumpai satu ekor pun lagi di habitatnya. (Kompas, 2011). Selain itu menurut data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), hewan kubung (Flying lemur) termasuk ke dalam daftar merah yang artinya termasuk satwa terancam punah (Kompas, 2009).

Mau tidak mau, kepunahan spesies sudah ada di depan mata. Oleh karena itu upaya untuk menanggulanginya perlu segera dilaksanakan. Salah satunya dengan melakukan kegiatan konservasi. Berhasil tidaknya upaya konservasi hewan harus dilakukan sesuai dengan prinsip dan tujuan dari konservasi itu sendiri.

Konservasi

Konservasi dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan hewan yang terancam punah, agar keragaman hayati yang ada di alam tetap terjaga. Konservasi dapat dilaksanakan di dalam habitatnya sendiri maupun di luar habitat aslinya. Kegiatan ini dapat dilakukan selama masih ada spesies yang tersisa, apabila spesiesnya sudah punah maka upaya koservasi mustahil untuk dilakukan. Oleh karena itu, sebelum hewan yang ada di alam terancam punah, perlu di jaga dan dilestarikan.

 Perilaku Hewan

Kegiatan konservasi sudah banyak dilakukan, akan tetapi masih tidak sesuai dengan prinsip konservasi itu sendiri. Akibatnya malah akan “menyakiti” hewan tersebut dan kegiatan konservasi tidak berjalan seperti yang seharusnya. Hewan yang hidup di habitat aslinya, memiliki berbagai perilaku yang khas. Dimulai dari jenis makanannya, kegiatannya sehari-hari, cara berbiak yang khas sampai cara untuk memikat pasangannya. Dimana semua kegiatan ini harus berjalan sebagaimana mestinya.

Jenis makanan hewan berbeda antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, bahkan dalam satu jenis hewan ada perbedaan dari segi makanannya. Pada burung misalnya, ada burung yang memakan biji-bijian dan ada juga yang memakan ikan bahkan daging. Agar semua hewan-hewan tersebut dapat terus bertahan hidup, maka jenis makanannya perlu diperhatikan dengan baik.

Kegiatan sehari-hari atau kegiatan alami hewan bermacam-macam, ada yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan terbang, ada yang bergelantungan di pohon dan ada yang  merayap di tanah. Dalam habitat aslinya, semua kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun pada hewan yang sedang dalam proses konservasi, tidak jarang kebiasaan tersebut sedikit terhambat. Pada burung misalnya, sangkar burung yang kecil tentunya tidak dapat mendukung kegiatannya yang sering terbang dengan daya jelajah yang tinggi pada habitat aslinya untuk mencari makan. Terganggunya kegiatan alami hewan dapat menyebabkan hewan-hewan tersebut kehilangan insting alaminya dan apabila dilepas kembali ke alam liar akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi. 

Untuk mempertahankan spesienya agar tidak punah, hewan dapat berkembangbiak. Cara perkembangbiakan hewan berbeda antara spesies yang satu dengan spesies yang lainnya. Sebelum kawinpun, masing-masing hewan memiliki cara khusus untuk menarik perhatian pasangannya. Perlunya memperhatikan perilaku hewan ini bertujuan agar hewan tetap merasa nyaman seperti dalam habitat aslinya.

Kegiatan konservasi tanpa memperdulikan perilaku hewan malah akan mengganggu aktivitas alaminya, akibatnya kehidupannya akan terganggu dan perkembangbiakannya dapat terhambat. Mengingat pentingnya kegiatan konservasi ini, maka segala sesuatunya harus diperhatikan dengan baik.

Referensi:

Kompas. 2009. Berita Foto: Hewan Terancam Punah. http://sains.kompas.com/read/2009/06/05/19024446/BERITA.FOTO.Hewan.Terancam.Punah.  (25 April 2011).

Kompas. 2011. Spesies Puma Timur dinyatakan Punah. http://sains.kompas.com/read/2011/03/03/18280827/Spesies.Puma.Timur.Dinyatakan.Punah. (25 April 2011).